KESABARAN YANG TINGGI | KISAH NABI ZULKIFLI عليه السلام

Bismillah…

Ya Salam Ya Allah

Alhamdulillahi Robbil Alamin, Allahumma Solli A’la Saidina Muhammad Wa A’la Alihi Wasohbihi Wabarik Wasallim.

Image result for gambar pemandangan indah

وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada ILAH (yang hak) melainkan Aku [La Ilaha illAllah], maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”.

[Surah Al Anbiya, 21 : 25]

Nabi Zulkifli عليه السلام adalah anak kepada Nabi Ayub عليه السلام. Nama sebenarnya adalah Basyar bin Ayub. Nama Zulkifli diperoleh setelah ia sanggup menjalankan perintah raja. Erti Zulkifli adalah yang mempunyai kesanggupan. Beliau diutus untuk mengajarkan tauhid yang bersih dari kesyirikan dan penyembahan bathil iaitu La ilaha illAllah (tiada Ilah melainkan Allah) kepada kaumnya yang menyembah berhala supaya menyembah Allah Yang Maha Esa, taat beribadah, dan membayar zakat.

MENJADI RAJA

Pada waktu itu Nabi Ilyasa عليه السلام sebagai Raja di negeri Rom sudah semakin tua dan sudah tidak mampu memimpin negerinya. Sayangnya, Nabi Ilyasa عليه السلام tidak mempunyai pewaris yang akan menggantikan kedudukannya sebagai raja. Oleh kerana itu Raja membuat suatu pengumuman. Barangsiapa yang sanggup berpuasa  pada siang hari dan beribadah pada malam hari ia akan diangkat menjadi raja. Raja itu juga harus sentiasa bersabar dalam menghadapi segala urusan.

Hanya Basyar yang sanggup menerima syarat tersebut. Lalu, Raja Nabi Ilyasa عليه السلام memberi Basyar dengan gelaran Zulkifli. Nabi Zulkifli عليه السلام adalah seorang Raja yang sangat sabar. Pada  siang hari Nabi Zulkifli عليه السلام berpuasa dan pada malam hari  menjalankan ibadah. Meskipun demikian, dia tetap bertanggungjawab memimpin negerinya. Kesabaran yang dimiliki Nabi Zulkifli عليه السلام telah membuatnya menjadi seorang raja. Seperti apa yang diucapkan Nabi Ibrahim عليه السلام dan Nabi Ishaq عليه السلام, semua keturunannya akan menjadi pemimpin bagi semua kaumnya.

Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari jalan Dawud bin Abi Hind, dari Mujahid, bahwa ia berkata: Ketika usia Ilyasa’ sudah tua, ia berkata, “Wahai sekiranya aku mengangkat seseorang untuk memimpin manusia di masa hidupku agar aku melihat tindakannya?”

Maka ia mengumpulkan orang-orang dan berkata, “Siapakah yang siap menerima tiga tugas dariku, maka aku akan mengangkatnya sebagai pemimpin; berpuasa di siang hari, shalat di malam hari, dan tidak marah.”

Lalu ada seorang yang berdiri yang dipandang hina di mata manusia dan berkata, “Saya.” Beliau bertanya, “Apakah kamu (siap) berpuasa di siang hari, melakukan shalat di malam hari dan tidak marah.” Ia menjawab, “Ya.” Maka Beliau menyuruh orang-orang kembali pada hari itu, dan pada hari selanjutnya, beliau berkata lagi seperti itu, lalu orang-orang terdiam, dan orang (yang kemarin siap) itu berdiri dan berkata, “Saya.” Maka Beliau mengangkatnya sebagai pemimpin.

Nama Nabi Zulkifli عليه السلام disebut dalam Surat Sad ayat 48 sebagai orang yang paling baik.

Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa’ dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik.

[Surah As Sad, 38 : 48]

IBLIS MENCABAR KESABARAN

Pada suatu ketika. Nabi Zulkifli عليه السلام pernah diganggu iblis. Sang Iblis menyamar sebagai manusia. Pada malam hari ketika Nabi Zulkifli عليه السلام hendak tidur, iblis yang menjelma sebagai musafir itu bertamu  ke istana Nabi Zulkifli Alaihi Salam.

Pada awalnya, penjaga istana meminta  musafir itu kembali pada pagi hari. Namun, musafir tetap berkeinginan untuk bertemu Nabi Zulkifli عليه السلام. Dengan sabar, Nabi Zulkifli عليه السلام menemui musafir itu dan mendengar keluh kesahnya. Musafir  itu mengatakan bahwa seseorang telah menganiaya dirinya. Nabi Zulkifli عليه السلام meminta musafir  ini untuk datang pada malam hari berikutnya sehingga kedua belah pihak dapat menyelesaikan permasalahan itu.

Pada hari berikutnya, musafir  itu justeru datang pada pagi hari. Ia mengeluhkan hal yang sama. Kemudian, Nabi  Zulkifli عليه السلام meminta  musafir  itu untuk datang hari berikutnya pada pagi hari. Namun pada pagi hari berikutnya, musafir itu tidak datang. Ia datang pada  malam hari. Pada saat itu Nabi Zulkifli عليه السلام  masih terus bersabar dengan tingkah laku tamunya. Ia tetap menemui tamu tersebut dengan baik. Iblis merasa kecewa karena Nabi Zulkifli عليه السلام sama sekali tidak marah.

TAKUT MATI

Nabi Zulkifli Alaihi Salam diutus oleh Allah سبحانه و تعالى kepada kaum Rom agar menyampaikan risalah La ilaha illAllah dengan mengingati Allah dan tidak mensyirikkan Allah dengan menyembah berhala.

Pada suatu masa, negeri ini sedang menghadapi peperangan dengan kaum yang menderhakai Allah Subhanahu wa ta’ala. Nabi Zulkifli عليه السلام memerintahkan seluruh rakyatnya berperang. Namun, mereka tidak mahu pergi berperang kerana takutkan mati. Mereka meminta Nabi Zulkifli عليه السلام berdoa kepada Allah سبحانه و تعالى agar umur mereka masih panjang. Baru setelah itu mereka mahu berangkat berperang.

Nabi Zulkifli عليه السلام berdoa kepada Allah سبحانه و تعالى untuk  memanjangkan umur rakyatnya, Allah mengabulkan doanya. Akhirnya peperangan itu dimenangi oleh Nabi Zulkifli عليه السلام dan para pengikutnya yang beriman. Dan tidak ada satu orangpun dari mereka yang gugur dalam peperangan.

Rakyat Nabi Zulkifli عليه السلام berumur panjang. Namun tanah dan makanan tidak mencukupi kerana rakyat yang banyak. Akhirnya, rakyat Syam menyedari kekeliruannya. Mereka menghadap kepada Nabi Zulkifli عليه السلام. Mereka menyatakan untuk mencabut permohonan mereka sebelum itu. Mereka menyerahkan urusan kematian kepada Allah سبحانه و تعالى. Mereka meminta Nabi Zulkifli عليه السلام menyampaikannya kepada Allah سبحانه و تعالى. Nabi Zulkifli عليه السلام pun berdoa kepada Allah سبحانه و تعالى.

Permohonan Nabi Zulkifli عليه السلام dan rakyatnya dikabulkan. Mereka dapat menjalani kehidupan secara normal. Ada kelahiran, ada pula kematian. Itulah takdir dari Allah سبحانه و تعالى. Rakyatnya semakin giat mendukung Nabi Zulkifli عليه السلام dalam menyebarkan dakwah kalimah tauhid La ilaha illAllah.

Seperti itulah tingkat kesabaran Nabi Zulkifli عليه السلام sehingga Allah memujinya. Dalam Surat Al-Anbiyaa  ayat 85, Allah menggolongkan Nabi Zulkifli عليه السلام  sebagai orang yang sabar.

Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Zulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar.

[Surah As Sad, 38 : 48]

Sumber : khazanahakhirat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s